Polri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah dikerahkan tim gabungan dari sekitar 50.000 personil untuk menghadapi kemungkinan kerusuhan menyusul Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkuasa pada hari Kamis pada hasil pemilihan presiden yang dipersengketakan.
Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan pada hari Rabu bahwa mayoritas personel keamanan akan dikirim untuk mengamankan pengadilan di Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Istana Negara dan bisnis dan perdagangan kabupaten yang berdekatan, termasuk pasar tekstil Tanah Abang.
Polisi juga akan memantau 14 titik yang menghubungkan Jakarta dengan Banten dan Jawa Barat untuk mencegah out-of-kota demonstran memasuki ibukota.
"Kami telah menerapkan Tingkat Siaga 1 status, yang berarti bahwa kita menyiapkan dua pertiga dari kemampuan kita untuk menjaga keputusan Mahkamah Konstitusi. Dengan ini, kami berharap masyarakat akan tetap tenang dan pergi tentang kegiatan sehari-hari seperti biasa, "kata Sutarman Rabu di markas besar Polri di Jakarta Selatan.
Langkah-langkah keamanan di Jakarta juga akan didukung oleh 2.100 Brigade Mobil (Brimob) personil dari 10 divisi polisi daerah di Jawa, Lampung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur, menurut Juru Bicara Kepolisian Inspektur. Jenderal Ronny F. Sompie.
Secara terpisah, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan ia akan penempatan 23,000 tentara untuk membantu polisi mengamankan Jakarta, terutama di daerah-daerah di mana demonstran berkumpul, serta distrik bisnis dan pusat-pusat ekonomi.
Moeldoko mengatakan pihaknya juga siap untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan di wilayah tersebut.
"Saya telah diberitahu komandan militer regional. Mereka semua pada siaga, "katanya.
Moeldoko juga meminta pendukung kedua calon presiden untuk menggelar demonstrasi damai.
"Silakan, Anda diijinkan untuk mengadakan rapat umum; tapi jangan mencoba untuk menjadi destruktif atau kita akan merespon dengan keras, "katanya.
Sekitar 3.000 orang dari Jawa Barat dan Jawa Tengah diperkirakan akan bergabung protes di Jakarta, Kamis, kata juru bicara Panglima TNI Mayjen Fuad Basya..
Ia mengatakan para petugas intelijen militer akan membantu polisi dalam menyadap para demonstran di pinggiran Jakarta.
Fuad menambahkan, bagaimanapun, bahwa tidak ada indikasi kerusuhan yang direncanakan di bangun dari putusan pengadilan.
"Kami tidak melihat tanda-tanda kemungkinan kerusuhan. Kami berharap hal seperti itu terjadi, tapi kami akan menjaga semua tempat, "kata Fuad di markas TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu
Pengadilan Sekjen MK Janedjri M. Gaffar mengatakan pengadilan optimis bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar, mengingat semua langkah-langkah keamanan yang diambil oleh polisi dan militer.
Karena terbatasnya kapasitas ruang sidang, Janedjri juga mendesak semua pihak yang terkait untuk memungkinkan hanya sejumlah kecil pengunjung masuk ke ruang sidang.
"The pemohon [Prabowo Subianto-Hatta Rajasa], responden [Komisi Pemilihan Umum atau KPU] dan pihak terkait lainnya masing-masing hanya diperbolehkan hingga 20 orang di ruang sidang, sementara Bawaslu [Badan Pengawas Pemilu] hanya diperbolehkan untuk membawa lima orang, "katanya.
Dia menambahkan bahwa polisi juga akan menjamin keselamatan dan keamanan pengadilan sembilan hakim selama persidangan.




0 comments
Disini Anda bebas bertanya maupun mengutarakan ide, gagasan, opini secara bebas yang tentu tidak termasuk dalam koridor Sara. Dilarang keras titip Link / URL hidup maupun berupa tulisan atau mempromosikan produknya. Ingat !! kebiasaan seperti itu akan membuat Anda semakin bodoh dan terpuruk.